A. LATAR BELAKANG
Dalam
kehidupan sehari-hari, untuk memisahkan sebuah larutan bisa dilakukan dengan
berbagai macam cara. Diantaranya dengan cara penyaringan, ditambahkan proses
kimia dan juga dengan cara di pisahkan oleh lapisan atau sebuah membran. Untuk
jenis larutan itu sendiri banyak ragamnya, seperti larutan minyak yang sudah
tercampur oleh air, larutan kimia HCL yang tercampur oleh H2O, ataupun larutan
alami seperti air payau. Dalam jurnal berikut berjudul“Peningkatan Kinerja Membran
Selulosa Asetat Untuk Pengolahan Air Payau Dengan Modifikasi Penambahan Aditif
dan Pemanasan”.Sebagaimana
kita ketahui, membran merupakan salah satu alternatif teknologi pengolahan air
dengan prinsip filtrasi yang sedang banyak berkembang. Adapun jenis polimer
yang umum digunakan dalam pembuatan membrane adalah Selulosa Asetat.Bahan Aditif
seringkali ditambahkan untuk memperbaiki struktur morfologi membran. Salah satu
tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Membran Asimetrik mengguankan
polimer selulosa asetat serta mengkaji pengaruh aditif dan pemanasan terhadap
struktur morfologi dan kinerja membrane selulosa asetat untuk pengolahan air
payau. Penelitian pembuatan membran selulosa asetat untuk pengolahan air payau
ini dilakukan dengan variasi PEG sebesar 1%, 3% dan 5% berat serta suhu dan
waktu pemanasan pada 60oC dan 70oC selama 5, 10 dan 15
detik.
B. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari
penelitian yang telah dilakukan, maka telah hasil yang didapat yaitu membrane
asimetrik selulosa asetat dapat dihasilkan dengan metode dry/wet phase inversion, dimana konsentrasi PEG
berpengaruh terhadap pembentukan pori membran. Dengan ada nya variasi
konsentrasi PEG, dimana semakin besar konsentrasi PEG yang ditambahkan
mengakibatkan ukuran pori semakin membesar. Begitu juga sebaliknya, semakin
sedikit konsentrasi PEG yang diberikan maka ukuran pori membran semakin kecil.
Beda yang dihasilkan dari percobaan dengan cara diberikan pemanasan kepada
membran. Perlakuan pemanasan yang diberikan pada membrane berpengaruh terhadap
pembentukan pori membrane, dimana semakin besar suhu pemanasan dan semakin lama
waktu pemanasan menyebabkan ukuran pori semakin kecil sehingga nilai fluks
semakin kecil sementara nilai rejeksi semakin besar.
C. PENELITIAN SELANJUTNYA
Setelah
dilakukan penelitian tersebut diatas, maka timbul pemikiran untuk melanjutkan
atau membuat penelitian lain dengan dasar latar belakang yang sama, yaitu
pengolahan air payau tetapi dengan metode yang lainnya. Salah satu ide untuk melakukan penelitian lain yaitu “Pengolahan Air Payau Metode
Osmosis Dengan Menentukan Variasi Tekanan Pada Bagian Membran Semipermeabel”. Keistimewaan dari proses ini adalah mampu nyaring molekul yang lebih
besar dari molekul air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar