Selasa, 05 Januari 2016

Dampak Industri di Lingkungan sekitar



Lingkungan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini disebabkan dimana seseorang hidup maka akan tercipta lingkungan yang berbeda dan sebaliknya. Akhir – akhir ini sering terjadi pengrusakan lingkungan oleh manusia dengan alasan pemanfaatan materi yang lebih. Secara tidak langsung akan menyebabkan terkikisnya lingkungan dan mengancam pada kelangsungan hidup manusia. Proses pemanfaatan sumber daya dilingkungan pun sangat beraneka ragam. Namun tak jarang hal tersebut menimbulkan dampak tersendiri bagi lingkungan sekitar.

Salah satu sumber daya yang kita miliki yaitu minyak diperut bumi. Namun cadangan minyak diperut bumi semakin menipis dikarenakan penggunaannya yang terus meningkat. Sedangkan bahan bakar fosil ini tergolong yang tidak terbarukan (Unrenewable). Keterbatasan ini membuat pemerintah dan semua pihak dibidang industri yang sangat bergantung pada penggunaan minyak bumi mencari bahan alternative, yaitu dengan tanaman yang disebut biomassa. 

Salah satu contohnya yaitu Pabrik Gula yang mengatasi krisis energi dan masalah limbah pabrik gula khususnya yang berupa partikel debu. Hal ini dilakukan dengan cara membuat partikel debu menjadi briket.

Gambar Bentuk Briket
Apabila partikel debu yang tidak ditangani dengan serius dapat menyebabkan masalah baru yaitu timbulnya penyakit, masalah pada paru-paru dan polusi pada lingkungan sekitar. Sisa pembakaran pabrik gula merupakan limbah yang berasal dari ampas tebu yang dapat dijadikan bahan bakar, oleh karena itu sisa pembakaran dan penggilingan pabrik gula termasuk limbah biomassa.

Pada Pabrik gula, bahan bakar boiler yang digunakan terdiri dari bahan bakar cair yang menggunakan residu dan bahan bakar padat yang memanfaatkan ampas tebu sisa penggilingan yang dibuat dengan campuran perekat lempung dan gliserin dinamakan briket bioarang.

Briket sebagai bahan bakar Alternatif
Jika nilai kalor briket bioarang yang bertekstur padat ini memenuhi standar sebagai bahan bakar alternative, maka masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini dapat mengurangi pembuangan limbah dan polusi yang ditimbulkan oleh pabrik gula terhadap lingkungan sekitar. 

Adapun batu kapur yang merupakan bahan bakar galian golongan C yang banyak digunakan dalam proses industry maupun bangunan.Contohnya yaitu penambangan di kecamatan Nusa Penida yang hanya menggunakan alat sederhana, namun masalah lingkungan yang ditimbulkan sama-sama merugikan. Dikupasnya tanah penutup pada penambangan batu kapur akan membuat struktur dan tekstur tanah mengalami kerusakan. Kerusakan ini membuat tanah tidak mampu menyimpan dan meresap air pada musim hujan. Sehingga tanah menjadi padat dan keras pada musim kemarau sehingga sangat sulit untuk diolah yang secara langsung berdampak pada pengolah tambang.

Penyelidikan mengenai ekspolitasi, pengolahan/pemurnian dan pengangkutan dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan lingkungan hidup yang cukup besar (Katili,1983:135). Kegiatan penambangan batu kapur secara terus menerus akan menyebabkan banyak lubang atau cekungan yang membuat permukaan tanah tidak rata. Vegetasi penutup tanah dihilangkan yang berpengaruh pada morfologi daerah sekitar pertambangan. Udara pun akan menjadi kotor, hal ini disebabkan debu tambang yang dihasilkan dari kegiatan penambangan yang nantinya akan menimbulkan beberapa jenis penyakit atau gangguan pada paru-paru (Supardi,1984:52).

Usaha yang dilakukan untuk penanggulangan kerusakan yaitu dengan menimbun lubang bekas tambang dengan tanah bekas galian dan mendatangkan tanah dari lain tempat serta menanam tanaman yang cocok didaerah tersebut. Serta penggunaan penutup hidung yang sangat dianjurkan untuk semua penambang maupun penduduk sekitar tambang dikarenakan udara yang tidak bersih didaerah tambang.

Berdasarkan contoh penelitian tersebut dan tentunya setiap jenis kegiatan untuk mendapatkan materi sumber daya yang ada di lingkungan sekitar kita sangat dianjurkan untuk tidak membiarkan dampak negative yang berkepanjangan. Para pelaku industry harus membuat solusi dan penanggulangan dari setiap dampak yang ada agar tidak merugikan pihak lain. Karena keberhasilan industry bukan hanya dinilai dari seberapa banyak hasil yang didapat tetapi seberapa banyak solusi yang diberikan untuk lingkungan sekitar.

Daftar Pustaka :
I Gede Algunadi,dkk. 2013. Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur terhadap Lingkungan Di Kecamatan Nusa Penida. http://ejournal.undiksha.ac.id, Vol 3, No1, 2013.
Raharjo Samsudi. 2013. Pembuatan Briket Bioarang dari Limbah atau Ketel, Jarak dan Glliserin. http://jurnal.unimus.ac.id. Traksi Vol 13 No 1, Juni 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar