Lingkungan merupakan suatu hal
yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini disebabkan dimana
seseorang hidup maka akan tercipta lingkungan yang berbeda dan sebaliknya.
Akhir – akhir ini sering terjadi pengrusakan lingkungan oleh manusia dengan
alasan pemanfaatan materi yang lebih. Secara tidak langsung akan menyebabkan
terkikisnya lingkungan dan mengancam pada kelangsungan hidup manusia. Proses
pemanfaatan sumber daya dilingkungan pun sangat beraneka ragam. Namun tak
jarang hal tersebut menimbulkan dampak tersendiri bagi lingkungan sekitar.
Salah satu sumber daya yang kita
miliki yaitu minyak diperut bumi. Namun cadangan minyak diperut bumi semakin
menipis dikarenakan penggunaannya yang terus meningkat. Sedangkan bahan bakar
fosil ini tergolong yang tidak terbarukan (Unrenewable). Keterbatasan ini
membuat pemerintah dan semua pihak dibidang industri yang sangat bergantung
pada penggunaan minyak bumi mencari bahan alternative, yaitu dengan tanaman
yang disebut biomassa.
Salah satu contohnya yaitu Pabrik
Gula yang mengatasi krisis energi dan masalah limbah pabrik gula khususnya yang
berupa partikel debu. Hal ini dilakukan dengan cara membuat partikel debu
menjadi briket.
![]() |
| Gambar Bentuk Briket |
Pada Pabrik gula, bahan bakar boiler yang digunakan terdiri dari bahan bakar cair yang menggunakan residu dan bahan bakar padat yang memanfaatkan ampas tebu sisa penggilingan yang dibuat dengan campuran perekat lempung dan gliserin dinamakan briket bioarang.
![]() |
| Briket sebagai bahan bakar Alternatif |
Adapun batu kapur yang merupakan bahan bakar galian golongan C yang banyak digunakan dalam proses industry maupun bangunan.Contohnya yaitu penambangan di kecamatan Nusa Penida yang hanya menggunakan alat sederhana, namun masalah lingkungan yang ditimbulkan sama-sama merugikan. Dikupasnya tanah penutup pada penambangan batu kapur akan membuat struktur dan tekstur tanah mengalami kerusakan. Kerusakan ini membuat tanah tidak mampu menyimpan dan meresap air pada musim hujan. Sehingga tanah menjadi padat dan keras pada musim kemarau sehingga sangat sulit untuk diolah yang secara langsung berdampak pada pengolah tambang.
Penyelidikan mengenai ekspolitasi, pengolahan/pemurnian dan pengangkutan dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan lingkungan hidup yang cukup besar (Katili,1983:135). Kegiatan penambangan batu kapur secara terus menerus akan menyebabkan banyak lubang atau cekungan yang membuat permukaan tanah tidak rata. Vegetasi penutup tanah dihilangkan yang berpengaruh pada morfologi daerah sekitar pertambangan. Udara pun akan menjadi kotor, hal ini disebabkan debu tambang yang dihasilkan dari kegiatan penambangan yang nantinya akan menimbulkan beberapa jenis penyakit atau gangguan pada paru-paru (Supardi,1984:52).
Usaha yang dilakukan untuk penanggulangan kerusakan yaitu dengan menimbun lubang bekas tambang dengan tanah bekas galian dan mendatangkan tanah dari lain tempat serta menanam tanaman yang cocok didaerah tersebut. Serta penggunaan penutup hidung yang sangat dianjurkan untuk semua penambang maupun penduduk sekitar tambang dikarenakan udara yang tidak bersih didaerah tambang.
Berdasarkan contoh penelitian
tersebut dan tentunya setiap jenis kegiatan untuk mendapatkan materi sumber
daya yang ada di lingkungan sekitar kita sangat dianjurkan untuk tidak
membiarkan dampak negative yang berkepanjangan. Para pelaku industry harus
membuat solusi dan penanggulangan dari setiap dampak yang ada agar tidak
merugikan pihak lain. Karena keberhasilan industry bukan hanya dinilai dari
seberapa banyak hasil yang didapat tetapi seberapa banyak solusi yang diberikan
untuk lingkungan sekitar.
Daftar Pustaka :
I Gede Algunadi,dkk. 2013. Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur
terhadap Lingkungan Di Kecamatan Nusa Penida. http://ejournal.undiksha.ac.id, Vol
3, No1, 2013.
Raharjo Samsudi. 2013. Pembuatan Briket Bioarang dari Limbah atau
Ketel, Jarak dan Glliserin. http://jurnal.unimus.ac.id.
Traksi Vol 13 No 1, Juni 2013.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar