Kamis, 07 Januari 2016

Penerapan Lean manufacturing untuk Mereduksi Waste di Industri Skala UKM

Kinerja perusahaan dimulai dari kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan proses yang efektif dan efisien. Menurut sistem produksi Toyota, terdapat tujuh pemborosan, antara lain Overproduction ( Produksi berlebihan ), Waiting ( Menunggu ), Transportation ( Transportasi ), Inappropriate Processing ( Proses yang tidak perlu ), Unnecessary Inventory ( Persediaan yang tidak perlu ), Unnessary Motion ( gerakan yang tidak perlu ), dan Defect ( Kecacatan ). ( Hine,2000,hal 9).

Penelitian dimaksud untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dan mereduksi pemborosan tersebut sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi. Pada proses produksi difokuskan pada perubahan dari log kayu menjadi komponen. Proses terdiri dari tiga tahap, yaitu proses pembuatan log kayu menjadi papan dengan mesin sawmill, tahap kedua dengan mesin ricksaw yaitu proses pembuatan papan kayu menjadi komponen setengah jadi. Tahap terakhir yaitu dengan mesin radial yaitu proses pembuatan komponen setengah jadi menjadi komponen jadi. 

Pada setiap proses terdapat quality control untuk mengecek cacat produksi yang ada sehingga mengurangi waste dengan menyingkirkan material cacat agar tidak diproduksi lebih lanjut. Dalam proses produksi CV. Citra Jepara, tidak terjadi overproduction waste karena produk yang dikerjakan adalah produk make to demand. 

Cara yang dilakukan untuk mengurangi waste yaitu :
1. Forklift : Digunakan untuk memindahkan komponen yang jadi sehingga mengangkut dengan jumlah yang besar dengan waktu yang singkat.
2. Flatform Truck : Untuk memindahkan komponen setengah jadi yang tidak dapat digunakan lagi. Alat ini memengurangi tenaga angkut dan volume perpindahan komponen yang reject.
3. Handlift : Untuk memindahkan komponen yang sudah jadi dan siap digunakan.
4. Motion Waste : Para pekerja sudah memiliki jobdesk masing-masing sehingga tidak mengakibatkan motion waste.
5. Inventory Waste : Perusahaan menerapkan safety stock untuk mencegah stockout atas permintaan konsumen.

Entitas yang ada dalam proses produksi CV. Citra Jepara dimulai dari input produksi hingga output produksi. Adapun alternatif yang dapat digunakan untuk menciptakan sustainable manufacturing pada CV. Citra Jepara, yaitu :
1. Mengurangi penggunaan bahan utama yang tidak berkelanjutan dengan penggunaan barang pengganti yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
2. menurunkan tingkat waste dari proses produksi dengan meningkatkan efisiensi proses produksi.
3. Memperhatikan keamanan dan kesehatan pekerja, komunitas dan pengguna.
4. Meningkatkan peran perusahaan dalam upaya sustainable manufacturing.

Kesimpulan

Banyaknya pemborosan material dengan membuang bahan cacat dan sisa serbuk kayu dapat dikurangi dengan down size, finger joint dan pres. Sisa produksi kayu juga dapat digunakan untuk bahan pembuatan pensil, cinderamata dan sebagai material dari alat masak, makanan yang berbahan dasar kayu. Sehingga apa yang dimaksud sustainable manufacturing yang memperhatikan lingkungan, masyarakat dan ekonomi dapat dilakukan bersama.

Daftar Pustaka
Pujotomo Darminto, Raditya Armanda. Penerapan Lean Manufacturing untuk Mereduksi Waste di Industri Skala UKM. ejournal.undip.ac.id. J@TI Undip, Vol VI, No 3. September 2011.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar